Cek Weton Jawa Akurat
Dengan Perhitungan Jam Lahir
Mayoritas orang salah weton karena tidak memperhitungkan waktu surup (±18:00 WIB). Dalam tradisi Kalender Sultan Agungan Mataram (1633 M), kelahiran lewat Maghrib telah berganti hari baru. Hitung weton sejati Anda berlandaskan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.
Kalkulator Weton & Jam Lahir
Masukkan tanggal lahir Masehi beserta perkiraan waktu lahir untuk akurasi weton sejati.
Mengapa Lahir di Atas Pukul ±18:00 Sudah Ganti Hari?
Banyak orang hanya melihat tanggal pada akta kelahiran atau KTP Masehi, lalu mencocokkannya ke kalender biasa. Akibatnya, jutaan orang memiliki weton yang keliru karena lahir di malam hari.
Sistem Kalender Masehi (Gregorian)
Berbasis Peredaran Matahari Standar Internasional- • Pergantian hari terjadi tepat pukul 00:00 tengah malam.
- • Seseorang yang lahir jam 20:00 hari Jumat tetap dicatat lahir hari Jumat di KTP/akta.
- • Tidak mengenal siklus pasaran 5 hari (Pancawara).
Sistem Kalender Jawa (Sultan Agungan)
Perpaduan Tarikh Hijriah & Saka Sejak 1633 M- • Mengadopsi sistem Komariyah (Bulan): pergantian hari terjadi saat surya angslup / surup (Maghrib ±18:00 WIB).
- • Lahir Jumat pukul 20:00 sudah masuk Malam Sabtu; weton dihitung hari Sabtu dan pasaran hari Sabtu!
- • Wuku dan neptu otomatis mengikuti hari baru yang dimasuki.
💡 Kebiasaan Sesepuh Jawa:"Laire awan opo bengi? Sakdurunge surup opo sakwise surup?" Pertanyaan ini selalu dilontarkan para sesepuh kraton sebelum menghitung weton pernikahan atau watak seseorang.
Integrasi Terbuka untuk Developer & Aplikasi Web
Aplikasi ini mendukung parameter URL otomatis sehingga dapat dipanggil dari website apa pun (aplikasi kependudukan/NIK, HRIS, sistem pendaftaran, form biodata, atau blog) tanpa perlu pendaftaran API.
Format URL Parameter
- •
dob: Tanggal lahir Masehi (format:YYYY-MM-DD). - •
ref(opsional): Nama atau domain asal. Ditampilkan sebagai kredit & tautan aktif pada banner. - •
time(opsional): Perkiraan waktu lahir (format:HH:mm).
Uji coba bagaimana banner beradaptasi secara cerdas saat menerima tanggal, jam, maupun domain referer:
Direktori 35 Weton Kelahiran Jawa
Pilih weton Anda untuk membaca ulasan mendalam watak, jodoh ideal, pekerjaan yang cocok, dan rahasia rezekinya.
Pertanyaan Seputar Weton & Primbon
Mengapa kelahiran di atas jam ±18:00 WIB wetonnya sudah berganti hari?▾
Sistem Kalender Jawa Sultan Agungan yang ditetapkan pada tahun 1633 M (1555 Saka / 1043 H) mengadopsi sistem penanggalan Hijriah (Komariyah/Lunar). Dalam sistem ini, pergantian hari tidak terjadi pada pukul 00:00 tengah malam seperti kalender Masehi, melainkan saat matahari terbenam (surup / waktu Maghrib sekitar pukul ±18:00). Oleh karena itu, seseorang yang lahir pukul 19:00 secara tradisi Jawa sudah masuk ke hari berikutnya.
Apakah data perhitungan weton di website ini valid dan terpercaya?▾
Ya, algoritma perhitungan kami berpedoman langsung pada Kitab Primbon Betaljemur Adammakna karya KPH Soemodidjojo (rujukan standar keraton) dan rumus baku Julian Day Number yang memetakan siklus 7 hari (Saptawara), 5 pasaran (Pancawara), serta 30 wuku (Pawukon 210 hari).
Bagaimana cara menghubungkan website atau aplikasi luar ke web Cek Weton ini?▾
Website ini mendukung integrasi berbasis parameter URL (?dob=YYYY-MM-DD&ref=domain-anda.com). Sistem akan otomatis mengisi tanggal lahir, langsung menggulir (scroll) ke section kalkulator, dan menampilkan nama serta tautan aplikasi asal Anda pada banner penyambutan tanpa memerlukan pendaftaran API.
Apa itu Neptu dan bagaimana cara perhitungannya?▾
Neptu adalah nilai angka simbolik dari hari (Minggu=5, Senin=4, Selasa=3, Rabu=7, Kamis=8, Jumat=6, Sabtu=9) dijumlahkan dengan pasaran (Legi=5, Pahing=9, Pon=7, Wage=4, Kliwon=8). Contoh: Jumat Legi = 6 + 5 = 11.
Apa perbedaan Pancasuda, Rakam, dan Paarasan dalam weton?▾
Ketiganya adalah metode peramalan karakter dalam primbon Jawa: Pancasuda membagi neptu dengan angka 7 untuk membaca peruntungan nasib, Rakam membagi neptu dengan angka 6 untuk melihat kebiasaan kerja, dan Paarasan menggambarkan aura kepribadian (seperti Lakuning Lintang, Rembulan, atau Srengenge).